Friday, December 2, 2016
On 1:21 AM by ameliatan in AGEN DOMINO QQ ONLINE, AGEN POKER, BANDAR CEME ONLINE, CAPSA SUSUN, SOLUSI JUDI POKER ONLINE TERBAIK No comments
Polri menangkap sejumlah aktivis dan musisi diduga memanfaatkan demonstrasi 2 Desember guna melakukan praktik makar. Mereka antara lain, Rahmawati Soekarnoputri, Ahmad Dhani Ratna Sarumpaet, Kivlan Zein dan Sri Bintang Pamungkas. Ketua MPR Zulkifli Hasan mengaku prihatin dengan penangkapan mereka.
Zulkifli berharap polri segera menjelaskan pelanggaran hukum yang membuat mereka diamankan. "Ada delapan orang saudara kita. Saya lihat tadi ada ibu Rachmawati. Kita tentu prihatin mudah-mudahan nanti bisa dijelaskan dengan baik apa yang sebetulnya terjadi. Apa masalah yang dihadapi kawan-kawan itu. Saya belum dapat laporan lengkap," kata Zulkifli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (2/12).
Zulkifli bercerita, Rachmawati telah menyampaikan rencana untuk datang ke Gedung MPR/DPR hari ini. Namun, rencana itu ditolak Zulkifli. Rachmawati, kata dia, juga telah menyampaikan untuk mendorong amandemen UUD 1945 bulan lalu ke MPR.
"Dari ibu Rachmawati memang menyampaikan ke MPR. Tapi saya bilang hari ini enggak bisa dulu juga memang ibu Rachmawati dengan Joko Santoso kembali ke UUD 1945 itu tiga bulam lalu," terangnya.
Selain Rachmawati, lanjutnya, banyak masyarakat meminta agar UUD 1945 diamandemen. Pihaknya juga akan menampung aspirasi itu dan akan dibahas lembaga pengkajian untuk kemudian diputuskan di rapat gabungan MPR.
"Rakyat kan banyak yang minta diubah lagi kita terima. Tapi keputusannya kan ada anggota MPR diputuskan rapat gabungan," tandasnya.
Meski demikian, Ketum PAN ini beranggapan langkah Rachmawati dkk itu tidak tepat disampaikan saat demonstrasi super damai seperti saat ini. Hal ini bisa menimbulkan kesalahpahaman dan dugaan memanfaatkan aksi 2 Desember untuk tindakan makar.
"Momennya kalau hari ini aksi super damai. Kalau ada yang buat seperti itu kesannya manfaatkan super damai. Tentu kurang tepat," pungkasnya.
Sejumlah tokoh yang dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua Depok sampai saat ini belum juga diperiksa penyidik. Padahal mereka sudah dibawa sejak pagi tadi. Mereka antara lain, Rahmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Kivlan Zein dan Sri Bintang Pamungkas.
Di samping itu, Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Kris Ibu mengatakan, hingga menjelang pukul 11.00 Wib tadi kliennya belum juga diperiksa. Alasannya, penyidik masih ada pengarahan. "Belum tahu jadwal pemeriksaan. Sampai sekarang belum," kata Kris,.
Kris mengungkapkan dia mendatangi Brimob untuk mendampingi Ratna Sarumpaet. Pihaknya sudah mendampingi sejak Ratna dibawa dari Hotel Sari Pan Pasifik. "Kita awalnya tidak boleh masuk tapi setelah berkoordinasi akhirnya diperbolehkan hanya satu advokat," ungkapnya.
Diperkirakan pemeriksaan dilakukan setelah solat jumat. Saat ini Ratna sudah diperiksa kesehatan dari tim dokter Brimob. "Sudah diperiksa tensi darah, kesehatan umum, tinggi badan dan berat badan," pungkasnya.

Tunjukkan kemahiran bemain poker anda, bersama dengan jutaan member lainnya di
1 ID bisa bermain 4 Game ( Texas Poker, Domino, Ceme dan Capsa susun). Jika anda tertarik untuk mendaftar, anda bisa mengisi kode berikut untuk memenuhi kolom referal
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Search
Popular Posts
Recent Posts
Categories
Sample Text
Blog Archive
-
▼
2016
(162)
-
▼
December
(48)
- Suap Bupati Klaten Terkait Jual-Beli Jabatan
- Pemprov Jabar Kucurkan Rp20 Miliar untuk Pembangun...
- Agus Senang Jadi Cagub DKI dan Disemangati SBY
- Menaker Sidak Buruh China Ilegal, DPR Sebut Keresa...
- Dilaporkan NasDem, Anies Ngaku Berteman Baik Denga...
- Mendadak Berhembus Wacana Reshuffle Kabinet
- Anies: Saya Temukan Kemiskinan Ekstrem di Jakarta
- Belum Nonaktifkan Ahok, Mendagri Harus Tinggalkan ...
- Berang, NasDem Minta Kubu Anies Baswedan Junjung E...
- Ahok : Menang Satu Putaran, Kita Permalukan Orang-...
- Jokowi: Gus Dur Pasti Gemes dan Gregetan Lihat Ter...
- YPP Diyakini Mampu Majukan Pendidikan Pesantren di...
- Agus Janji Tingkatkan Kesejahteraan Buruh Tapi Har...
- Aktivitas Buruh China Ilegal Bikin Rugi Indonesia
- Bahas Medsos, Menkominfo hingga Panglima TNI Gelar...
- Ahok Janji Tambah 200 RPTRA
- Dana Kampanye Ahok-Djarot Terkumpul Rp 48 miliar
- Nanti Malam, Ahok Pertama Kali Sampaikan Pidato Po...
- Ketua DPR Berbelasungkawa Atas Tewasnya Dubes Rusi...
- Ahok Terbelit Penistaan Agama, PDIP Pimpin Jakarta...
- Kubu Anies-Sandiaga Laporkan Pelanggaran Kampanye ...
- Pilgub DKI, Warga Sudah Kritis Terhadap Janji Mani...
- Idrus Marham Ingatkan Masuk Golkar Jangan Cuma Bua...
- Sylviana Murni: Kita Sedang Memperkuat Persatuan, ...
- Ani Yudhoyono Jawab Pertanyaan Kenapa Agus-Sylvi T...
- Tak Seperti Prabowo, Megawati Tak Bakal Turun Gunu...
- Ahok Janjikan Warga Tak Punya KTP DKI Bisa Berobat...
- PDIP Ngotot Revisi UU MD3 Hanya Karena Ingin Kursi...
- Ketua DPR Setya Novanto Penuhi Panggilan KPK
- Sidang Perdana Kasus Ahok Digelar Hari Ini di PN J...
- Proses Hukum Kasus Ahok Diharapkan Tak Dicemari Ur...
- PDIP Dorong Kader Perdalam Kemampuan Akademik
- Jokowi Prihatin Sikap Intoleransi Semakin Merebak ...
- Salah Satu Pendirinya Dituduh Makar, Begini Reaksi...
- Sri Bintang Pamungkas Buat Soal UAS Mahasiswa UI d...
- Kunjungi Korban Gempa Aceh, Jokowi Beri Santunan L...
- Aroma "Permainan" di Balik Pemilihan Lokasi Sidang...
- DPR Minta Polri Telusuri Rekam Jejak Penyandang Da...
- Mendagri Tjahjo Beberkan Modus Korupsi di Banyak D...
- Rachmawati: Megawati Ubah Sifat Konstitusi Jadi Li...
- Bahas Ekonomi 2017, Jokowi Nongkrong Bareng dengan...
- Tangani Kasus Ahok, Waspadai Intervensi Politik Ja...
- Setnov Puji Jokowi Karena Hadir Di Aksi Kita Indon...
- Djarot Ingatkan Pasangan Pengantin Cukup Punya Ana...
- 3 Aktivis Terduga Makar Ditahan di Polda Metro Jaya
- SBY Apresiasi Langkah Jokowi Temui Massa Aksi Dama...
- Ketua MPR Prihatin Penangkapan Ahmad Dhani Dkk
- Pesan Jokowi Untuk Massa Aksi Super-Damai 212
-
▼
December
(48)

0 comments:
Post a Comment