Monday, December 19, 2016
On 11:57 PM by ameliatan in AGEN DOMINO QQ ONLINE, AGEN POKER, BANDAR CEME ONLINE, CAPSA SUSUN, SOLUSI JUDI POKER ONLINE TERBAIK No comments
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo akan segera memberhentikan sementara Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki T Purnama ( Ahok). Ahok harus diberhentikan sementara karena telah menyandang status terdakwa dalam kasus penistaan agama.
Pemberhentian Ahok merujuk UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Namun Kemendagri belum memutuskan kapan Ahok mulai diberhentikan. Sebab, saat ini Ahok masih cuti kampanye, di sisi lain, Kemendagri juga masih menunggu surat penetapan terdakwa Ahok dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
Otomatis, setelah Ahok selesai cuti kampanye, mantan bupati belitung timur itu tak bisa kembali bekerja di Balai Kota setelah Kemendagri memberhentikannya. Bisa dibilang, PDIP 'kecipratan' dari kasus penistaan agama yang membelit Ahok ini.
Sebab, jabatan gubernur DKI Jakarta, akan diisi oleh kader PDIP, wakil gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat, yang juga calon wakil gubernur yang mendampingi Ahok di Pilgub DKI 2017. Djarot akan pimpin Jakarta hingga Oktober 2017.
Ketua DPP PDIP Sukur Nababan menghormati keputusan pencopotan sementara Ahok itu asalkan dilakukan sesuai hukum yang berlaku.
"PDI Perjuangan tentu hormati proses hukum yang berlangsung selama itu di dalam koridor dan diatur UU tentu kita hormati itu. Tapi juga dalam proses hukum jangan diintervensi siapa pun termasuk kelompok-kelompok," kata Sukur saat dihubungi merdeka.com, Senin (19/12).
Namun PDIP menitikberatkan, meski Djarot nantinya yang akan pimpin DKI, hal itu bukan berarti menguntungkan bagi PDIP. Dia mengatakan, Ahok dan Djarot sama-sama mencerminkan ideologi PDIP.
"Persepsinya salah. Kami mengusung Ahok-Djarot tanpa melihat Ahok darimana, Djarot darimana. Artinya kami anggap dua ini kader PDIP yang ikut membunyikan ideologi kami. Kita form mereka berdua dari PDIP," tegas Sukur.
Dia menambahkan, PDIP tidak akan mengambil keuntungan dari pencopotan itu. Hal ini dikarenakan dukungan PDIP kepada Ahok-Djarot adalah demi pembangunan di Jakarta bukan kepentingan politik.
"Kita tidak ada urusan dengan itu, tidak ada kalkulasi dengan itu. Kalau kita berkalkulasi dan itu tentu kita tidak akan melakukan hal seperti itu," pungkasnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, pemberhentian sementara Ahok dilakukan setelah masa cuti kampanye Ahok habis.
"Begitu cutinya nanti habis kita berhentikan," ujar Tjahjo Kumolo seusai memberikan ceramah umum bersama Kepala BNN dan Panglima TNI di kampus IPDN, Jatinangor, Jawa Barat, Jumat (116/12).
Tjahjo mengatakan, seorang kepala daerah yang sedang menjalani persidangan atau ditahan akan dibebaskan sementara dari jabatannya agar tidak mengambil kebijakan dan dapat fokus menjalani persidangan.
"Kecuali operasi tangkap tangan korupsi. Kalau operasi tangkap tangan, gubernur, bupati, walikota, termasuk juga saya, langsung diberhentikan," jelas Tjahjo.

Tunjukkan kemahiran bemain poker anda, bersama dengan jutaan member lainnya di
1 ID bisa bermain 4 Game ( Texas Poker, Domino, Ceme dan Capsa susun). Jika anda tertarik untuk mendaftar, anda bisa mengisi kode berikut untuk memenuhi kolom referal
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Search
Popular Posts
Recent Posts
Categories
Sample Text
Blog Archive
-
▼
2016
(162)
-
▼
December
(48)
- Suap Bupati Klaten Terkait Jual-Beli Jabatan
- Pemprov Jabar Kucurkan Rp20 Miliar untuk Pembangun...
- Agus Senang Jadi Cagub DKI dan Disemangati SBY
- Menaker Sidak Buruh China Ilegal, DPR Sebut Keresa...
- Dilaporkan NasDem, Anies Ngaku Berteman Baik Denga...
- Mendadak Berhembus Wacana Reshuffle Kabinet
- Anies: Saya Temukan Kemiskinan Ekstrem di Jakarta
- Belum Nonaktifkan Ahok, Mendagri Harus Tinggalkan ...
- Berang, NasDem Minta Kubu Anies Baswedan Junjung E...
- Ahok : Menang Satu Putaran, Kita Permalukan Orang-...
- Jokowi: Gus Dur Pasti Gemes dan Gregetan Lihat Ter...
- YPP Diyakini Mampu Majukan Pendidikan Pesantren di...
- Agus Janji Tingkatkan Kesejahteraan Buruh Tapi Har...
- Aktivitas Buruh China Ilegal Bikin Rugi Indonesia
- Bahas Medsos, Menkominfo hingga Panglima TNI Gelar...
- Ahok Janji Tambah 200 RPTRA
- Dana Kampanye Ahok-Djarot Terkumpul Rp 48 miliar
- Nanti Malam, Ahok Pertama Kali Sampaikan Pidato Po...
- Ketua DPR Berbelasungkawa Atas Tewasnya Dubes Rusi...
- Ahok Terbelit Penistaan Agama, PDIP Pimpin Jakarta...
- Kubu Anies-Sandiaga Laporkan Pelanggaran Kampanye ...
- Pilgub DKI, Warga Sudah Kritis Terhadap Janji Mani...
- Idrus Marham Ingatkan Masuk Golkar Jangan Cuma Bua...
- Sylviana Murni: Kita Sedang Memperkuat Persatuan, ...
- Ani Yudhoyono Jawab Pertanyaan Kenapa Agus-Sylvi T...
- Tak Seperti Prabowo, Megawati Tak Bakal Turun Gunu...
- Ahok Janjikan Warga Tak Punya KTP DKI Bisa Berobat...
- PDIP Ngotot Revisi UU MD3 Hanya Karena Ingin Kursi...
- Ketua DPR Setya Novanto Penuhi Panggilan KPK
- Sidang Perdana Kasus Ahok Digelar Hari Ini di PN J...
- Proses Hukum Kasus Ahok Diharapkan Tak Dicemari Ur...
- PDIP Dorong Kader Perdalam Kemampuan Akademik
- Jokowi Prihatin Sikap Intoleransi Semakin Merebak ...
- Salah Satu Pendirinya Dituduh Makar, Begini Reaksi...
- Sri Bintang Pamungkas Buat Soal UAS Mahasiswa UI d...
- Kunjungi Korban Gempa Aceh, Jokowi Beri Santunan L...
- Aroma "Permainan" di Balik Pemilihan Lokasi Sidang...
- DPR Minta Polri Telusuri Rekam Jejak Penyandang Da...
- Mendagri Tjahjo Beberkan Modus Korupsi di Banyak D...
- Rachmawati: Megawati Ubah Sifat Konstitusi Jadi Li...
- Bahas Ekonomi 2017, Jokowi Nongkrong Bareng dengan...
- Tangani Kasus Ahok, Waspadai Intervensi Politik Ja...
- Setnov Puji Jokowi Karena Hadir Di Aksi Kita Indon...
- Djarot Ingatkan Pasangan Pengantin Cukup Punya Ana...
- 3 Aktivis Terduga Makar Ditahan di Polda Metro Jaya
- SBY Apresiasi Langkah Jokowi Temui Massa Aksi Dama...
- Ketua MPR Prihatin Penangkapan Ahmad Dhani Dkk
- Pesan Jokowi Untuk Massa Aksi Super-Damai 212
-
▼
December
(48)

0 comments:
Post a Comment