Saturday, November 26, 2016


Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) minyak dan gas (migas) tidak dapat diharapkan di tahun-tahun mendatang. Sebab, penjualan produksi minyak atau lifting terus merosot.


"Penemuan cadangan baru terbatas dan investasi tidak optimal. kita khawatir 10 tahun ke depan cadangan minyak kita akan jauh lebih kecil dari saat ini. Lama-lama bisa makin kecil PNBP," ujar Direktur Jenderal Anggaran Kemkeu Askolani, di Hotel Aston, Bogor, Kemarin (26/11).

Lebih lanjut, dia mengaku sudah berkonsultasi dengan Kementerian ESDM untuk mencari solusinya untuk meningkatkan investasi di sektor migas. 


Kemudian, Askolani juga mendapatkan info dari kementerian ESDM bahwa lifting minyak tahun 2019 hanya sebesar 600.000 barel per hari, atau lebih kecil 26,82 persen dibandingkan target lifting di APBN Perubahan 2016 sebesar 820.000 barel per hari.


"Artinya potensi penermaan dari migas bisa lebih kecil dalam jangka menengah, dulu PNBP migas bisa sampai 30 persen dari pendapatan kita, sekarang hanya 15 persen," tegasnya.


Untuk itu, dia menambahkan saat ini Indonesia kedepannya sangat tergantung pada penerimaan pajak. Bukan lagi bergantung pada komoditi migas.


"Sekarang kita harus ingat bahwa pajak itu adalah jantungnya kita bahwa sumber pajak sangat menentukan dari keberlangsungan fiskal kita ke depan," tutupnya.


Tunjukkan kemahiran bemain poker anda, bersama dengan jutaan member lainnya di 

1 ID bisa bermain 4 Game ( Texas Poker, Domino, Ceme dan Capsa susun). Jika anda tertarik untuk mendaftar, anda bisa mengisi kode berikut untuk memenuhi kolom referal

0 comments:

Post a Comment