Saturday, November 12, 2016
On 7:09 PM by ameliatan in AGEN DOMINO QQ ONLINE, AGEN POKER, BANDAR CEME ONLINE, CAPSA SUSUN, SOLUSI JUDI POKER ONLINE TERBAIK No comments
AgenPoker.com - Penolakan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dab Djarot Saefullah (Djarot) di beberapa titik kampanya dituding merupakan rekasi dari pihak tertentu untuk menurunkan elektabilitas Ahok-Djarot. Hal ini disampaikan oleh juru bicara pemenangan Ahok-Djarot, Jerry Sambuaga pada didkusi Polemik bertajuk Hitam Putih Pilkada.
Jerry mengatakan aksi penolakan yang terjadi di lapangan tidak dilakukan oleh warga setempat Namun warga yang datang dari tempat lain yang tujuannya untuk membuat aksi anarkis.
"Penolakan itu seperti diorganisir oleh oknum tertentu karena kenapa saya bilang begitu, karena yang menolak itu bukan warga setempat tapi warga dari luar yang datang jauh-jauh melihat ada calon nomor urut 2 dan sengaja ingin memprovokasi," ujar Jerry.
Jerry juga mengatakan ada pihak yang terancam dengan tingginya elektabilitas Ahok. Melihat meskipun saat ini Ahok sedang menghadapi isu penistaan agama namun tetap survey menempatkannya diurutan pertama.
"Oknum ini mungkin khawatir jangan jangan elektabilitas calon nomor 2 tidak turun turun dan tidak bisa dikalahkan," ujar Jerry.
Jerry menegaskan jika masyarakat ingin menolak harusnya dilakukan dengan berdialog bukan dengan cara anarkis sampai menimbulkan korban.
"Harusnya aksi penolakan itu dilakukan dengan berdialog jangan ada hal hal anarkis dengan melakukan tindakan. Kita ada buktinya rekaman, ada saksinya dan ada korban yang masuk rumahnya sakit," ujar Jerry.
Ditambahkan oleh Jerry saat ini pihaknya sudah melapor penolakan kampanye kepada Bawaslu. Jerry berharap kejadian ini dapat ditindak tegas oleh Bawaslu.
Selain itu, juru bicara tim sukses Ahok- Djarot, Guntur Romli menyebut fatwa terbaru dari surah Al Maidah ayat 51 tidak mempermasalahkan sebuah negara modern dipimpin seorang nonmuslim maupun wanita. Sehingga kasus dugaan penistaan agama dilakukan Basuki T Purnama alias Ahok, bukan suatu pelanggaran.
Menurut Guntur, keterangan itu dikeluarkan Lembaga Fatwa Mesir (Darul Ifta' al-Mishriyyah) pada 12 Oktober 2016 lalu. Dalam fatwa itu disebut bahwa pemimpin negara seorang nonmuslim atau perempuan tidak lagi melanggar syariah islam. Sebab, kata dia, mereka mengikuti tiap aturan di negaranya masing-masing.
"Pemilihan orang ini dari kalangan muslim maupun nonmuslim, laki-laki maupun perempuan, tidak bertentangan dengan hukum-hukum syariah Islam, karena penguasa atau pimpinan ini telah menjadi bagian dari badan hukum dan bukan manusia pribadi," kata Guntur mengutip fatwa Al Maidah dikeluarkan Lembaga Fatwa Mesir.
Dalam fatwa itu, lanjut Guntur, menyebutkan bahwa pimpinan sebuah negara merupakan pegawai pemerintah dan diatur undang-undang. "Maka itu, pemegang jabatan dalam situasi seperti ini lebih mirip dengan pegawai yang dibatasi oleh kompetensi dan kewenangan tertentu yang diatur dalam sistem tersebut," ungkapnya.
Selain itu, Guntur menegaskan adanya fatwa baru ini bakal dibawa pihaknya sebagai pembelaan terhadap kasus Ahok diduga nista agama. Sebab, fatwa ini berlaku internasional terutama negara modern. "Bukti-bukti yang kami anggap menguatkan pembelaan Pak Ahok, kami akan lampirkan," terangnya.
Tunjukkan kemahiran bemain poker anda, bersama dengan jutaan member lainnya di
1 ID bisa bermain 4 Game ( Texas Poker, Domino, Ceme dan Capsa susun). Jika anda tertarik untuk mendaftar, anda bisa mengisi kode berikut untuk memenuhi kolom referal
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Search
Popular Posts
Recent Posts
Categories
Sample Text
Blog Archive
-
▼
2016
(162)
-
▼
November
(39)
- Cerita Sri Mulyani Dibalik Penyusunan Neraca Aset ...
- Giliran Ketum PAN Makan Siang Bersama Jokowi
- Kekayaan Ahok Rp.25 Miliar, Ini Daftar Lengkapnya
- Agus : Saya Bukan Orang Pandai Obral Janji, Tapi A...
- Kemenkeu Sebut PNBP Minyak Rendah, Pajak Jadi Tump...
- Safari Politik Presiden Jokowi Dianggap Menyejukkan
- Presiden Jokowi Belum Terima Laporan Permohonan Gr...
- Ketua MPR Sebut Demokrasi Di Jakarta Terganggu Aki...
- Terima Aduan Warga Di Rumah Lembang, Ahok Di teman...
- Lobi Politik 'Meja Makan' Jokowi Mantra Kekuasaan ...
- Soal Novanto Ketua DPR, Demokrat: Itu Hak Golkar, ...
- Barekrim Limpahkan Kasus Ahok , Sebut Pendemo Baya...
- Didukung Ibu-Ibu, Djarot Sebut Tidak Ada Alasan Un...
- Dari Ormas Betawi Hingga Selebriti Dukung Ahok -Dj...
- Hanya Status Terpidana Yang Bisa Menghentikan Lang...
- Hadiri Doa Bersama, Kapolri Berjanji Bakal Kawal K...
- Penjualan Rokok Kretek Sampoerna Turun 0,8%
- Hari Ini, TNI, Polri dan Masyarakat Gelar Doa Bers...
- Sampoerna Anggarkan Capex Rp1 Triliun Tahun Depan
- Tak Tarik Dukungan, Setya Novanto Hanya Minta Ahok...
- Plt Gubernur DKI Serahkan Kasus Anas Effendi ke Ba...
- Desmond: Penetapan Ahok Tersangka Terkesan Hindari...
- Jaksa Agung dari Parpol, ICW Khawatirkan Dua Hal Ini
- Menteri PMK Minta Semua Pihak Hormati Keputusan Po...
- AHOK TERSANGKA: Gerindra Apresiasi Ahok Jadi Tersa...
- Kecurigaan Timses Ahok - Djarot Diserang Biar Jeblok
- PBNU Sentil Jokowi, Jangan Saat Genting Saja Silat...
- Wahidin Halim Kampanye di Tiga Lokasi di Serang
- Kerap Ditolak Warga, Jubir Ahok-Djarot Minta Bawas...
- Canda Ahok Saat Disamakan Dengan Donald Trump
- Dikabarkan Dukung Agus - Sylvi, Ini Kata Pimpinan FPI
- Jokowi Undang Kiai & Ulama Diskusi Sambil Lesehan ...
- Timses Tegaskan Tak Terlibat Iklan PPP Djan Dukung...
- Parpol Pendukung Mulai Beri Sinyal Tinggalkan Ahok
- Begini Salam Tengkorak Anggota TNI Pada Agus Yudho...
- Timses Setuju Ahok Tidak Jadi Mundur Dari Pilgub DKI
- Jokowi: Saat Ini Negara Sudah Dalam Kondisi Baik
- Ahok: Saya Tidak Akan Mundur, Kalau Salah Silahkan...
- Tim Pemenangan Agus-Sylvi : Jika Ahok Mundur, Pers...
-
▼
November
(39)


0 comments:
Post a Comment