Friday, October 7, 2016
On 7:36 AM by ameliatan in AGEN DOMINO QQ ONLINE, AGEN POKER, BANDAR CEME ONLINE, CAPSA SUSUN No comments
AgenPoker.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Jakarta, Djan Faridz mempertanyakan usulan PPP yang ingin frase 'orang Indonesia asli' dikembalikan ke batang tubuh Pasal 6 UUD 1945 untuk persyaratan calon presiden dan wakil presiden. Mukernas PPP merekomendasikan amandemen UUD 1945 agar syarat calon Presiden merupakan warga negara Indonesia asli.
"Apabila ada sekelompok warga yang mengatasnamakan PPP yang menyatakan bahwa gubernur DKI tidak boleh dari warga Tionghoa, biarlah beliau berpendapat demikian karena kami ini meskipun partai yang berasaskan Islam, tapi negara kita ini berasaskan Pancasila. Ketuhanan YME itu menjadi acuan kita semua," kata Djan kepada awak media di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/10).
Sebelumnya, Usulan PPP yang ingin frase 'orang Indonesia asli' dikembalikan ke batang tubuh Pasal 6 UUD 1945 untuk persyaratan calon presiden dan wakil presiden menjadi polemik. Banyak pihak menilai usulan amandemen pasal 6 itu akan memicu konflik berbasis SARA serta merusak persatuan bangsa.
Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan, usulan itu berasal dari aspirasi masyarakat. Menurutnya, banyak masyarakat yang ingin agar capres dan cawapres asli dari Indonesia seperti yang termuat dalam UUD 1945 sebelum diamandemen.
"Ini harus dilihat dari keseluruhan, banyak masyarakat di luar PPP yang juga menyuarakan kembali ke UUD 45 sebelum amandemen. Kalau kita kembali kepada UUD 45 berarti itu kan mengembalikan rumusan bahwa Presiden orang Indonesia asli," kata Arsul di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (7/10).
Terkait potensi konflik berbau SARA, Arsul heran muncul persepsi semacam itu atas usulan partainya. Dia membandingkan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) yang membawa ayat suci Al-Quran tidak dikritik. Arsul menilai ukuran SARA atau tidak itu tergantung keyakinan masing-masing.
"Kalau PPP atau kelompok Islam yang bicara selalu dibilang SARA. Tapi kalau yaang lain, Ahok yang bicara tidak dibilang SARA. Itu yang menjadi pertanyaan mendasar saya, SARA atau tidak tinggal persepsi masing-masing," tegasnya.
Tunjukkan kemahiran bemain poker anda, bersama dengan jutaan member lainnya di
1 ID bisa bermain 4 Game ( Texas Poker, Domino, Ceme dan Capsa susun). Jika anda tertarik untuk mendaftar, anda bisa mengisi kode berikut untuk memenuhi kolom referal
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Search
Popular Posts
Recent Posts
Categories
Sample Text
Blog Archive
-
▼
2016
(162)
-
▼
October
(29)
- Desmond Mahesa Sebut Dokumen TPF Munir Sengaja Dih...
- Desmond Mahesa Sebut Dokumen TPF Munir Sengaja Dih...
- Cagub-Cawagub Banten Dikawal 14 Personil Kepolisian
- Ahmad Dhani Dapat Nomor Urut 2 Di Pilkada Kabupate...
- Rapat Pleno Pengundian Nomor Urut Resmi Dibuka KPU...
- Demokrat Sebut Kekuatan PPP Dibawa Lulung Untuk Du...
- DPR Minta Pemerintah Serahkan Draf UU Pemilu Sebel...
- Warga Puji Program Ahok, Begini Reaksi 'Spontan' A...
- Tri Rismaharini Menangis Terima Penghargaan di For...
- Megawati Terjun Ke Dunia Politik Karena Bujuk Rayu...
- Komnas HAM: Penggusuran di Jakarta Melanggar HAM
- Ikut Demo Ahok, Amien Rais & Habiburokhman Dinilai...
- Bongkar Pasang Menteri, Jokowi Dinilai Tak Jelas &...
- Presiden Jokowi Serukan Stop Pungutan Liar
- Setuju Megawati, Hanura Ingin Ahok Bicara Seperlun...
- PAN: Bupati Sampai Presiden Tak Boleh Gunakan SARA...
- Tanggapan Menko Darmin Soal Pungli di Kemenhub
- Agus Yudhoyono: Kalau Kalah Terhormat, Jangan Ada ...
- Fahira Idris Sindir Ahok: Kalau Dia Tidak Mengerti...
- Kubu Agus-Sylvi Pastikan Tak Ada 'Main Mata' Denga...
- Elektabilitas Ahok Turun Karena Gaya Komunikasi Ya...
- Djan Faridz Pertanyakan Usulan PPP Soal Capres Ora...
- Polemik Surat Al Maidah, Ini Penjelasan Ahok
- Kecemasan Nasdem Jika Setya Novanto Kembali Jadi K...
- Tim Sukses Anies-Sandi Akui Belum Memiliki Visi Mi...
- Empat Paslon Pilkada Kota Batu Lolos Tes Kesehatan
- KPU Bakal Biayai Seluruh Dana Kampanye Di Pilgub D...
- Mardani Sebut Penggusuran Masa Jokowi Lebih Manusi...
- Nusron: Jakarta Butuh Ahok yang Gendeng, Bukan Pem...
-
▼
October
(29)


0 comments:
Post a Comment